Pernah ga kamu merasa hidupmu seperti sebuah drakor? Ya, drakor memang sudah menjadi sebuah fenomena yang sangat populer di Indonesia. Dan sekarang, aku ingin bahas tentang salah satu drakor terbaru yang lagi heboh dibicarakan: Hymn of Death.
(Insert image)
Namanya Lee Jong Suk, pasti udah semua pada kenal kan? Selain tampan, doi juga jago banget aktingnya. Dan di Hymn of Death ini, dia memainkan karakter utama yang sukses bikin hati penonton meleleh.
(Insert image)
Selain Lee Jong Suk, ada juga Shin Hye Sun yang jadi lawan mainnya. Di sini Shin Hye Sun berperan sebagai Yun Sim Deok, seorang penyanyi opera terkenal di Korea yang mengalami kisah cinta tragis dengan seorang guru musik. Menarik banget, kan?
(Insert image)
Oiya, jangan lupa juga adanya drakor ini berdasarkan kisah nyata loh! Jadi, bukan sekadar fiksi belaka tapi benar-benar berdasarkan kisah hidup Yun Sim Deok. Itulah yang bikin drakor ini semakin menarik untuk ditonton.
(Insert image)
Aku pribadi merasa drakor ini sangat berkualitas dari segi visual dan plot. Bahkan, soundtracknya juga asik banget didengar! Jadi, kalau kamu masih galau mau nonton apa hari ini, coba deh tonton Hymn of Death.
(Insert image)
Sekarang, kita masuk ke episode 1-nya. Di sini kita akan diperkenalkan dengan karakter-karakter utama dan plot awal dari cerita ini. Siap-siap baper, ya!
(Insert image)
Pertama-tama, kita akan dikenalkan dengan karakter Lee Jong Suk yang bernama Kim Woo Jin. Kim Woo Jin merupakan seorang jurnalis yang memiliki perasaan sensitif dan sangat tajam dalam melihat sebuah persoalan.
(Insert image)
Seperti kebanyakan karakter jurnalis yang lain, Kim Woo Jin juga sangat idealis dalam menjalankan tugasnya. Dia berusaha sebaik mungkin untuk mencari kebenaran di balik setiap berita yang ia tangani.
(Insert image)
Namun, suatu saat dia dihadapkan dengan kisah cinta tragis antara Yun Sim Deok dan seorang guru musik. Film ini sukses membawaku ke dalam dunia karakter Kim Woo Jin yang absolut dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
(Insert image)
Tapi di sisi lain, kita juga diperkenalkan dengan karakter Yun Sim Deok yang diperankan oleh Shin Hye Sun. Yun Sim Deok adalah seorang penyanyi opera terkenal di Korea pada masa itu.
(Insert image)
Yun Sim Deok yang berkarier di Jepang, melakukan tour konser di Korea, ketika dia bertemu dengan seorang guru musik bernama Kim Woo Jin dan jatuh cinta.
(Insert image)
Pada akhirnya, mereka tidak bisa bersama dan terpisah selamanya dengan kisah cinta tragis yang cukup menyayat hati. Dalam episode pertama ini, kita bisa melihat bagaimana drama dimulai dan bertautan dengan setiap karakter.
(Insert image)
Aku suka cara penggambaran karakter di drakor ini. Setiap karakter terlihat sangat kuat, dan membuat penonton tenggelam dalam cerita yang dibawakan.
(Insert image)
Sekilas, berfikir membayangkan cerita cinta tragis yang lagi viral di sosmed, membuatku terkesima dengan kemiripan dengan karakter Yun Sim Deok. Tapi ya namanya juga cinta, tidak bisa dihindari. Setuju kan?
(Insert image)
Dalam episode pertama ini, kita juga diperkenalkan dengan alur cerita yang menarik dengan terangkum dalam resensi film. Kisah cinta tragis antara Yun Sim Deok dan guru musiknya membuat kita hanyut dalam rasa sedih dan romantis.
(Insert image)
Melihat hubungan antara Kim Woo Jin dan Yun Sim Deok, membuatku baper banget. Apalagi melihat ada beberapa adegan yang sangat menyentuh di sana.
(Insert image)
Namun, selain kisah cinta yang menyentuh, di episode pertama ini kita juga bisa melihat bagaimana kondisi Korea pada masa itu. Termasuk seperti cobaan dan persimpangan jalan Yun Sim Deok dan Kim Woo Jin sendiri.
(Insert image)
Dalam cerita ini, Kim Woo Jin menjadi orang yang memberikan pengaruh besar dalam hidup Yun Sim Deok. Dia juga menjadi seseorang yang selalu mendengarkan cerita Yun Sim Deok yang bercerita tentang keluarganya.
(Insert image)
Namun, karena adanya pemilihan hidup masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Dan disitulah kesedihan yang memukau dan bisa menggerogoti perasaan.
(Insert image)
Aku suka banget dengan plot ceritanya yang bikin meleleh di setiap adegannya. Dari segi pengambilan gambar, Hymn of Death bisa dibilang sangat apik dengan penggunaan cahaya yang cerah dan kontras yang tepat untuk memberikan nuansa tragis pada film ini.
(Insert image)
Selain itu, musik yang digunakan juga sangat cocok dan menarik untuk didengar. Terlebih, di episode-episode selanjutnya akan dihadirkan musik-musik tradisional Korea yang sangat menawan.
(Insert image)
Satu lagi yang aku suka dari Hymn of Death adalah pakaian yang digunakan oleh para pemain. Terlebih kostum yang digunakan oleh Shin Hye Sun yang sangat elegan dan indah. Bener-bener cocok dengan karakter Yun Sim Deok.
(Insert image)
Selain pakaian, properti dan seting juga sangat detail dan menarik. Namun, properti yang paling mencuri perhatianku adalah piano. Piano yang digunakan di sini terlihat sangat ekslusif dan cantik.
(Insert image)
Saat aku menonton drakor ini, aku merasa mengalami kisah cinta Yun Sim Deok dan Kim Woo Jin secara langsung. Saking meresapnya sampai-sampai aku bisa menghayati perasaan mereka dan ikut merasakan kepedihan yang diderita.
(Insert image)
Walaupun aku belum menonton seluruh episode dari drakor ini, tapi episode pertamanya saja sudah meresap dalam benakku. Dari karakter yang realistis, alur cerita yang menyentuh, hingga musik dan pengambilan gambar, semuanya pas dan sangat menghibur.
(Insert image)
Kalau kamu suka dengan drakor yang memberikan love story yang menyentuh, karakter yang kuat, dan pengambilan gambar yang asik, jangan lupa untuk menonton Hymn of Death ya. Kamu tidak akan menyesal dan seperti aku, siapa tahu juga bisa mengalami kisah cinta tragic itu hanya dengan menonton.


